BANDA ACEH | CBN POST — Pemerintah Aceh terus bertransformasi dalam memberikan perlindungan maksimal bagi warganya. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, SIP, MPA, secara resmi menerima bantuan sistem layanan Emergency Call Center 112 di ruang rapat Setda Aceh, Banda Aceh, Rabu (21/1/2026).
Layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112 ini merupakan wujud nyata instruksi Gubernur Muzakir Manaf (Mualem) dan Wakil Gubernur Fadhlullah (Dek Fadh) untuk menghadirkan negara secara cepat dalam situasi kritis masyarakat.
Integrasi Layanan Tanpa Kerumitan BirokrasiSekda M. Nasir menegaskan bahwa Call Center 112 bukan sekadar nomor telepon biasa, melainkan pusat monitoring kedaruratan yang mengintegrasikan berbagai layanan publik seperti ambulans, pemadam kebakaran, kepolisian, hingga penanggulangan bencana dalam satu pintu.
“NTPD 112 adalah wujud kehadiran pemerintah dalam situasi darurat. Masyarakat kini bisa mengakses bantuan dengan sangat cepat tanpa harus menghadapi kerumitan birokrasi. Satu nomor untuk semua urusan darurat,” ujar M. Nasir saat menerima bantuan CSR dari PT Digital Sandi Informasi tersebut.
Tiga Pilar: Cepat, Mudah, dan Sinergi dalam arahannya, Sekda menekankan tiga hal utama yang wajib dijalankan oleh seluruh instansi terkait:
kecepatan respons, kemudahan akses, dan sinergi antarlembaga. Ia menginstruksikan agar koordinasi lintas sektor mulai dari layanan kesehatan hingga keamanan berjalan tanpa hambatan teknis.
“Setiap laporan yang masuk menyangkut nyawa manusia. Saya minta jangan biarkan birokrasi menghambat proses penyelamatan. Semua harus bergerak sinergis dan responsif,” tegas Sekda di hadapan jajaran SKPA dan pemerintah kabupaten/kota yang hadir secara virtual.
Layanan Gratis dan Bebas Pulsa bagi Rakyat Direktur Operasional PT Digital Sandi Informasi, Aditya Rizka, menjelaskan bahwa sistem ini dirancang untuk dapat diakses secara gratis dan bebas pulsa oleh seluruh masyarakat Aceh.
Hal ini selaras dengan kebijakan nasional Kementerian Komunikasi dan Digital untuk memperkuat infrastruktur layanan publik yang responsif. Pemerintah Aceh juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan layanan 112 secara bijak dan hanya untuk kondisi darurat yang mendesak.
Sosialisasi masif akan terus dilakukan hingga ke pelosok daerah agar seluruh warga Aceh memahami cara memanfaatkan fasilitas penyelamatan ini.Langkah ini mempertegas komitmen Pemerintah Aceh dalam membangun tata kelola layanan publik yang modern, inklusif, dan mengedepankan keselamatan warga sebagai prioritas tertinggi. (Adv)
