Aceh Utara — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Aceh Utara, Nyonya Musliana Ismail, meninjau sejumlah stan UMKM dan kerajinan dalam rangkaian peringatan HUT ke-800 Kerajaan Samudera Pasai, Selasa (8/9/2026).
Peninjauan tersebut berlangsung di area pameran yang berlokasi di lapangan upacara Kantor Bupati Aceh Utara, Gampong Alue Drien, Kecamatan Lhoksukon. Dalam kegiatan ini, para pelaku UMKM setempat menampilkan beragam produk kerajinan serta usaha unggulan daerah.
Saat mengelilingi area pameran, Musliana bersama rombongan menyambangi stan Putroena Souvenir milik Mariana yang memproduksi tas dan kain bordir khas Aceh. Usaha tersebut berpusat di Jalan Medan–Banda Aceh, Desa Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara.Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke stan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).
Di sana, Musliana melihat berbagai produk kerajinan unggulan, salah satunya tas kulit berukir dengan hiasan motif tradisional Aceh berukuran besar, yang dipajang berdampingan dengan piagam penghargaan yang pernah diraih.
Di sela-sela kunjungannya, Musliana menyampaikan bahwa sejumlah pelaku usaha yang berpartisipasi telah memperoleh pembinaan dari Bank Indonesia (BI). Ia berharap pembinaan tersebut dapat mendorong kapasitas serta kemandirian para pelaku UMKM.Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk terus menggali dan mengembangkan kerajinan lokal yang memiliki potensi ekonomi sekaligus menjadi identitas daerah. Salah satu contoh yang disinggungnya adalah kerajinan anyaman tikar di Cot Patisah, Kecamatan Seunuddon, yang berada di bawah pembinaan Dekranasda.
“Harapannya, masyarakat di wilayah lain juga dapat mengembangkan usaha kerajinan sesuai dengan potensi unggulan di daerahnya masing-masing,” ujar Musliana.
Ia menegaskan bahwa pengembangan produk lokal tidak sekadar untuk ajang pameran, melainkan harus mampu membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.Kegiatan peninjauan stan UMKM ini menjadi bagian dari kemeriahan peringatan HUT ke-800 Kerajaan Samudera Pasai, sekaligus momentum untuk mengapresiasi dan melihat secara langsung karya serta produk usaha masyarakat Aceh Utara.(MUL)
.
