CBNPOST.COM | SEUNUDDON – Kondisi infrastruktur di jalan lintas Ulee Rubek, tepatnya di Gampong Matang Karieng, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, kian memprihatinkan. Sebagian badan jalan terpantau amblas dan runtuh, menyisakan lubang menganga yang mengancam keselamatan para pengguna jalan, Kamis (12/2/2026).
Kerusakan ini diketahui terjadi pascabanjir besar yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025 lalu. Derasnya arus air diduga menggerus struktur tanah di sekitar jembatan kecil atau gorong-gorong hingga akhirnya tidak mampu lagi menahan beban kendaraan yang melintas setiap hari.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa amblasnya tanah terjadi tepat di sisi gorong-gorong. Erosi yang terus berlangsung telah memakan hampir separuh bahu jalan, sehingga menciptakan penyempitan jalur yang signifikan dan rawan kecelakaan, terutama bagi kendaraan roda dua dan mobil berukuran besar.
Peringatan Darurat SeadanyaUntuk mencegah jatuhnya korban, warga bersama pihak terkait memasang tanda peringatan darurat. Seutas garis polisi (police line) berwarna kuning melintang di area kerusakan. Sebuah tiang kayu panjang yang dipasangi ban bekas dan kain merah juga diletakkan di titik amblas sebagai penanda bagi pengendara agar berhati-hati.
“Kondisinya sangat berbahaya, apalagi kalau malam hari. Kalau tidak teliti, pengendara bisa langsung masuk ke lubang itu. Ini sejak banjir kemarin belum ada perbaikan serius,” ujar salah seorang warga yang melintas.
Akses Vital PascabanjirJalan lintas Ulee Rubek ini merupakan akses vital masyarakat Gampong Matang Karieng dan desa-desa sekitarnya menuju pusat Kecamatan Seunuddon maupun kawasan pesisir. Pascabanjir November lalu, sejumlah titik infrastruktur memang mengalami kerusakan, namun hingga kini belum seluruhnya tertangani.
Meski kondisi jalan berisiko tinggi, warga tetap terpaksa melintas karena tidak adanya jalur alternatif yang lebih dekat dan aman. Arus lalu lintas di lokasi terpaksa diberlakukan sistem buka-tutup dari dua arah guna menghindari beban berlebih pada sisa badan jalan yang masih bisa digunakan.
Desak PUPR Turun TanganMasyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), segera turun ke lapangan untuk melakukan penanganan darurat maupun perbaikan permanen. Warga khawatir, jika dibiarkan terlalu lama, kerusakan akan semakin melebar dan berpotensi memutus total akses transportasi di kawasan tersebut.
“Kami berharap pemerintah segera bertindak. Jangan menunggu jatuh korban baru diperbaiki. Ini sudah sejak banjir 26 November 2025, tapi belum ada penanganan serius,” pungkas warga.(Mul)
