BOGOR | CBN POST — Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan program prioritas nasional. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), bersama Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh), menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (3/2/2026).
Acara yang dibuka langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini mengusung tema strategis:
“Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas Tahun 2045”.
Mualem Dukung Penuh Arahan Presiden PrabowoKehadiran duet pimpinan Aceh, Mualem-Dek Fadh, dalam forum tertinggi kepala daerah se-Indonesia ini merupakan wujud nyata kesiapan Aceh mendukung kedaulatan dan stabilitas nasional.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya persatuan dan kesiapsiagaan menghadapi dinamika global guna memastikan pembangunan berkelanjutan.
“Pemerintah Aceh di bawah komando Mualem dan Dek Fadh senantiasa siap menyelaraskan langkah dengan Kabinet Merah Putih. Sinergi ini krusial agar program-program prioritas nasional dapat dirasakan langsung dampaknya oleh seluruh lapisan masyarakat di Aceh,” ungkap rilis resmi Pemerintah Aceh.
Gerakan Indonesia ASRI dan Kemandirian Ekonomi Lokal dalam Rakornas tersebut, Presiden Prabowo juga meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) dan menyatakan “perang terhadap sampah”.
Menanggapi hal ini, Pemerintah Aceh melalui koordinasi Sekda Aceh akan segera menggerakkan elemen masyarakat, ASN, hingga siswa sekolah untuk menjaga kebersihan lingkungan secara masif.
Selain itu, Presiden mendorong penguatan koperasi daerah melalui produksi material bangunan lokal seperti genteng guna menggantikan penggunaan seng. Arahan ini selaras dengan visi Mualem dalam memperkuat ekonomi kelas menengah dan koperasi di Bumi Serambi Mekkah sebagai basis ketahanan ekonomi daerah.
Penyamaan Visi demi Aceh yang Inklusif menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melaporkan bahwa Rakornas ini bertujuan menyamakan frekuensi antara pusat dan daerah.
Bagi Aceh, momentum ini sangat penting untuk memastikan percepatan pembangunan pascabencana serta program kesejahteraan rakyat lainnya berjalan selaras dengan anggaran pusat.
Melalui sinergi yang terbangun dalam Rakornas ini, Mualem dan Dek Fadh optimis Aceh akan menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 dengan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi kemakmuran rakyat. (Adv)
