LHOKSUKON – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mendapat alokasi bantuan Pemerintah Pusat sebesar Rp328,456 miliar untuk masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi pada 26 November 2025. Dana itu bagian dari total Rp435,3 miliar bantuan penanganan bencana di Sumatera, sehingga Aceh Utara menerima sekitar 75 persen dari total tersebut.
Bantuan terdiri atas Rp305,7 miliar untuk bantuan isi hunian bagi 101.900 kepala keluarga (KK) dan Rp22,756 miliar untuk jaminan hidup (jadup) bagi 16.857 jiwa. Jika dibagi rata, isi hunian setara Rp3 juta per KK dan jadup sekitar Rp1,35 juta per jiwa (hitungan redaksi).
Juru Bicara Pemkab Aceh Utara, Muntasir Ramli, mengatakan dana sudah tersedia dan tinggal menunggu pencairan serta penyaluran melalui PT Pos Indonesia. “Ini merupakan alokasi bantuan terbesar yang diterima Kabupaten Aceh Utara,” kata Muntasir, Senin (21/9/2026).
Menurut Muntasir, besarnya alokasi merupakan hasil komunikasi dan koordinasi intensif Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, dengan Kementerian Sosial, Satgas Percepatan Pemulihan dan Rehabilitasi (PRR), serta pihak terkait lainnya.
Daftar penerima diumumkan terbukaBupati mengumumkan daftar penerima secara terbuka agar informasi cepat sampai ke masyarakat. Pengumuman dilanjutkan Senin malam pukul 19.30 WIB melalui akun TikTok Bupati Aceh Utara. Setelah itu, daftar penerima akan diperkuat melalui media cetak dan elektronik.
PT Pos Indonesia selanjutnya mengirim undangan resmi langsung ke rumah masing-masing penerima. Jadwal penyaluran di tiap kantor pos masih dikoordinasikan oleh Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Aceh Utara, Fakhrurradhi.
Tahap berikutnya Muntasir meminta warga yang namanya belum tercantum agar tidak berkecil hati. Menurutnya, masih ada kesempatan menerima bantuan pada tahap berikutnya sesuai ketentuan dan hasil pendataan. Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus mengawal proses penyaluran agar bantuan diterima utuh oleh warga yang berhak dan tepat sasaran.
Bantuan ini diharapkan menjadi bagian nyata dari upaya pemulihan pascabencana.Latar belakangRumah yang rusak akibat banjir bandang dan longsor 26 November 2025 tersebar di 27 kecamatan dan 852 gampong di Aceh Utara. Dalam data yang diserahkan Pemkab ke Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, rumah rusak sedang tercatat 26.398 unit dan rusak ringan 62.890 unit.
Pemkab juga mengusulkan perbaikan 9.707 unit rumah rusak berat. Sementara itu, Posko Terpadu Pemerintah Aceh mencatat sekitar 246 korban jiwa di Aceh Utara, terbanyak dibanding kabupaten lain di Aceh. (MUL)
