BANDA ACEH | CBN POST — Stadion Harapan Bangsa (SHB), Lhong Raya, menjadi saksi bisu sejarah baru bagi ribuan tenaga pengabdi di lingkungan Pemerintah Aceh. Pada Kamis sore (29/1/2026), Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf (Mualem) secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan PPPK Paruh Waktu Formasi 2024 kepada 5.468 pegawai yang telah lama menanti kepastian status kepegawaian mereka.
Pemilihan Stadion Harapan Bangsa sebagai lokasi acara menunjukkan skala besar dari komitmen Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Mualem-Dek Fadh dalam memperkuat barisan aparatur daerah.Lautan Manusia di Lhong Raya: Harapan yang Terwujud Meskipun diguyur hujan lebat, stadion yang menjadi kebanggaan rakyat Aceh ini dipenuhi lautan manusia.
Sebanyak 5.468 penerima SK yang berasal dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) tetap bertahan di tribun dan lapangan untuk menerima langsung mandat pengabdian dari Gubernur Mualem.Mualem menegaskan bahwa pemilihan lokasi ini sengaja dilakukan agar seluruh keluarga besar honorer Aceh dapat merasakan atmosfir kebangkitan bersama.
“Stadion ini bernama Harapan Bangsa, dan hari ini, harapan ribuan keluarga di Aceh kita wujudkan melalui penyerahan SK PPPK ini,” ujar Mualem yang disambut gemuruh takbir dan sorakan antusias para pegawai.
Lobi Strategis Mualem ke Mensesneg dan Menpan-RBKeberhasilan pengangkatan massal ini merupakan buah dari lobi intensif Gubernur Mualem ke Pemerintah Pusat. Mualem menyampaikan apresiasi khusus kepada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Menteri PAN-RB Rini Widyantini yang telah memberikan ruang bagi putra-putri terbaik Aceh untuk bertransformasi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui jalur PPPK.
Langkah ini diambil Mualem sebagai strategi jitu untuk menekan angka pengangguran serta memberikan perlindungan hukum bagi tenaga kontrak yang telah berdedikasi bertahun-tahun bagi pembangunan Aceh.Pesan Kedisiplinan dari Stadion KebanggaanDi hadapan ribuan pegawai, Mualem didampingi Sekda Aceh M. Nasir mengingatkan agar status baru ini dibarengi dengan peningkatan kinerja.
Stadion Harapan Bangsa yang megah diharapkan menjadi titik awal bagi para PPPK untuk bekerja lebih giat, inovatif, dan berintegritas tinggi dalam melayani masyarakat Aceh.Penyerahan SK Formasi 2024 ini menjadi salah satu capaian terbesar dalam manajemen sumber daya manusia di lingkungan Pemerintah Aceh, sekaligus menandai dimulainya era birokrasi yang lebih kuat, solid, dan sejahtera.
Momen ini menjadi puncak penantian panjang bagi 5.486 tenaga kontrak yang selama bertahun-tahun mengabdi dalam ketidakpastian. Kehadiran Mualem di tengah massa yang basah kuyup disambut sorak-sorai “Hidup Mualem” yang menggema di seluruh stadion.Hasil Lobi Strategis Mualem ke Kabinet Merah PutihDalam sambutannya, Gubernur Mualem mengungkapkan bahwa pengangkatan ribuan honorer ini bukan sekadar proses administrasi biasa, melainkan hasil dari upaya lobi intensif yang ia lakukan kepada Pemerintah Pusat.
Mualem secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Menteri PAN-RB Rini Widyantini atas sinergi yang terbangun.“Kita tidak ingin angka pengangguran di Aceh terus bertambah.
Oleh sebab itu, kami berupaya keras dan berkomitmen penuh agar seluruh tenaga honorer di bawah Pemerintah Aceh bisa bertransformasi menjadi PPPK. Ini adalah bentuk pengakuan atas pengabdian Bapak dan Ibu semua,” tegas Mualem.
Pesan Disiplin dan Pengabdian untuk Membangun AcehMeskipun berstatus paruh waktu, Mualem mengingatkan para penerima SK untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan integritas.
Peran aparatur dinilai sangat krusial dalam mendukung visi Mualem-Dek Fadh untuk membangun Aceh ke arah yang lebih maju dan sejahtera.Penyerahan SK ini mencakup tenaga kontrak yang tersebar di seluruh satuan kerja (SKPA), baik yang bertugas di pusat ibu kota provinsi maupun di kabupaten/kota. Langkah ini diharapkan menjadi stimulus positif bagi roda birokrasi dan pelayanan publik di Tanah Rencong.
Sinergi Pemerintah Aceh dan Harapan BaruMelalui koordinasi teknis yang dikawal oleh Sekda Aceh, proses distribusi SK berjalan tertib meski dalam kondisi cuaca ekstrem. Bagi para honorer, hujan sore itu bukan lagi penghalang, melainkan simbol keberkahan dan kelegaan setelah sekian lama berjuang.
Pemerintah Aceh di bawah komando Mualem berkomitmen untuk terus memperjuangkan nasib tenaga kerja lokal guna memastikan setiap putra-putri terbaik Aceh memiliki kepastian status dan kesejahteraan yang lebih baik. (Adv)
