ACEH UTARA | CBNPOST – Gampong Keureutou, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara menggelar panen raya padi pada Selasa (21/04/2026). Di balik keberhasilan tersebut, tersimpan persoalan serius terkait kerusakan infrastruktur pertanian pascabanjir yang melanda sejak 26 November 2025.
Kerusakan parah pada jaringan irigasi membuat aliran air tidak lagi mampu menjangkau area persawahan. Sejumlah saluran yang sebelumnya menjadi jalur distribusi air kini dalam kondisi rusak berat, sehingga pasokan air ke lahan petani terhambat.
Irigasi Rusak, Air Tak Sampai ke SawahGeuchik Gampong Keureutou, Sulaiman, S.H., menjelaskan bahwa meskipun sumber air masih tersedia, distribusinya tidak berjalan akibat kerusakan saluran.
“Air sebenarnya ada di irigasi, tapi tidak bisa sampai ke wilayah kami karena banyak saluran yang rusak parah akibat banjir. Jadi petani tidak bisa memanfaatkan air tersebut,” jelasnya.
Mesin Pompa Ikut Rusak Terendam BanjirSelain infrastruktur irigasi, mesin pompa air yang selama ini menjadi solusi alternatif juga tidak dapat digunakan. Mesin tersebut sempat terendam banjir dan kini dalam kondisi rusak.
“Mesin pompa yang ada di gampong juga sudah terendam banjir dan tidak bisa dipakai lagi. Artinya, petani sekarang benar-benar tidak punya alat untuk mengalirkan air ke sawah,” tambah Sulaiman.
Permintaan Mendesak kepada Dinas TerkaitMenghadapi kondisi tersebut, Geuchik Keureutou secara tegas meminta kepada dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara untuk segera turun tangan memberikan bantuan.
“Kami memohon kepada dinas terkait agar dapat membantu pengadaan mesin pompa air. Ini sangat mendesak agar petani bisa kembali turun ke sawah dan melanjutkan musim tanam,” tegasnya.
Dihadiri Unsur Muspika Kecamatan Lapang Kegiatan panen raya ini turut dihadiri unsur Muspika Kecamatan Lapang, di antaranya Camat Muzakir, S.E., Kapolsek Ipda Azhari, S.Psi., serta Danposramil Peltu Moch. Kilana.
Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap sektor pertanian sekaligus menyaksikan langsung kondisi yang dihadapi petani di lapangan.
Ancaman Terhadap Musim TanamJika tidak segera ditangani, kerusakan irigasi dan ketiadaan mesin pompa dikhawatirkan akan berdampak pada tertundanya musim tanam berikutnya, bahkan berpotensi menurunkan produksi pangan di wilayah tersebut.
Panen raya yang berlangsung di lahan simbolis seluas 2 hektar ini menjadi momentum bagi petani untuk menyuarakan kondisi riil di lapangan. Dengan total potensi lahan sekitar 80 hektar, Gampong Keureutou dinilai mampu menjadi salah satu sentra produksi pangan namun hanya jika didukung oleh infrastruktur dan sarana pertanian yang memadai.
Panen raya kali ini bukan sekadar perayaan hasil, melainkan juga seruan kuat kepada pemerintah agar segera melakukan pemulihan sektor pertanian pascabanjir, khususnya perbaikan jaringan irigasi dan bantuan alat produksi bagi petani. ( Mul)
