BANDA ACEH | CBN POST — Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H, Pemerintah Aceh terus memacu langkah diplomatik guna memastikan para korban bencana mendapatkan hunian yang layak. Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE (Dek Fadh), mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih terdapat sekitar 17.000 Kepala Keluarga (KK) atau 69.000 jiwa yang bertahan di tenda pengungsian.
Di hadapan Pimpinan MPR RI dan Mendagri Tito Karnavian, Dek Fadh menegaskan perlunya percepatan pengerjaan Hunian Tetap (Huntap) agar masyarakat dapat beribadah di bulan puasa dengan lebih tenang dan bermartabat. Fokus Huntap di Bireuen dan Dana Tunggu HunianWagub menyoroti kondisi di Kabupaten Bireuen, di mana warga secara spesifik meminta pembangunan Huntap dibanding Hunian Sementara (Huntara).
Meski Dana Tunggu Hunian (DTH) sudah mulai disalurkan, realisasi pembangunan fisik Huntap di lapangan masih sangat minim.“Kami sudah berkoordinasi langsung dengan Kepala BNPB. Instruksinya jelas: ajukan data secara bertahap agar pembangunan tidak terhambat. Kita ingin masyarakat segera menempati rumah yang permanen,” ujar Dek Fadh di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (10/2/2026).
Lobi Dana Jaminan Hidup dan Perabotan tak hanya soal rumah, Dek Fadh juga mendesak Kementerian Sosial (Kemensos) untuk segera mencairkan bantuan Jaminan Hidup (Jadup) sebesar Rp450.000 per jiwa, dana perabotan Rp3 juta, serta dana pemulihan ekonomi sebesar Rp5 juta per KK.
“Harapan kami, dana ini bisa cair sebelum Ramadhan. Selain membantu beban warga, ini akan memicu pertumbuhan ekonomi di Aceh pada bulan suci nanti,” tuturnya.
Tradisi Meugang: 1.455 Ekor Sapi untuk Korban BencanaMemahami sakralnya tradisi Meugang bagi rakyat Aceh, Dek Fadh menyampaikan bahwa Presiden telah menyetujui bantuan sapi sebanyak 1.455 ekor. Ia meminta dukungan Ketua MPR RI dan Kasatgas untuk mempercepat proses kedatangan bantuan tersebut agar warga di posko pengungsian tetap dapat merayakan hari Meugang dengan sukacita.
“Hari Meugang sangat sakral bagi orang Aceh. Kami ingin memastikan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah tetap bisa merasakan kebersamaan di hari besar tersebut,” pungkas Wagub Dek Fadh. (Adv)
