BIREUEN | CBN POST — Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur Muzakir Manaf (Mualem) dan Wakil Gubernur Fadhlullah (Dek Fadh) menunjukkan komitmen serius dalam menuntaskan persoalan pengungsian pascabencana. Menanggapi dinamika di lapangan, Wagub Dek Fadh turun langsung ke Kabupaten Bireuen untuk memimpin rapat koordinasi guna memutuskan solusi terbaik bagi warga terdampak, Minggu (8/2/2026).
Pertemuan strategis yang berlangsung di Kantor Camat Peusangan ini dihadiri oleh para Camat dan Keuchik (Kepala Desa) setempat, guna menyamakan persepsi terkait skema hunian bagi korban bencana.
Aspirasi Bulat: Warga Pilih Hunian TetapDalam pertemuan tersebut, Wagub Dek Fadh mendengarkan langsung aspirasi masyarakat yang menyatakan enggan menempati Hunian Sementara (Huntara). Warga menilai tinggal di hunian sementara hanya akan memperpanjang ketidakpastian.
Mereka secara bulat memohon agar pemerintah langsung memprioritaskan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) yang permanen dan layak. Merespons hal itu, Wagub Dek Fadh menegaskan bahwa Pemerintah Aceh menghormati pilihan warga.
“Keputusan ini kita ambil demi kepentingan rakyat. Jika warga meminta langsung Huntap, maka birokrasi harus memfasilitasi percepatan pembangunannya tanpa harus berlama-lama di tahap Huntara,” tegas Dek Fadh.
Instruksi Gubernur Mualem: Pangkas Hambatan BirokrasiLangkah cepat Wagub di Bireuen ini merupakan pengejawantahan dari instruksi Gubernur Mualem agar seluruh jajaran, termasuk Sekda Aceh dan SKPA terkait, memastikan proses pemulihan berjalan tanpa hambatan administratif yang berbelit.
Koordinasi lintas level, mulai dari Provinsi, Kabupaten, hingga tingkat Gampong, kini diintensifkan agar pembangunan Huntap dapat segera dimulai. Pemerintah Aceh menargetkan percepatan ini menjadi titik balik bagi warga Bireuen untuk segera mendapatkan kepastian tempat tinggal yang permanen.
Komitmen Pemerintah Aceh Hadir di Tengah Rakyat kehadiran langsung pimpinan daerah di Kantor Camat Peusangan menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Aceh tidak membiarkan persoalan di daerah berlarut-larut.
Dengan diputuskannya solusi Huntap ini, diharapkan stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat Bireuen pascabencana dapat segera pulih kembali. Pemerintah Aceh memastikan akan terus mengawal setiap tahapan pembangunan hingga kunci rumah diserahkan kepada warga yang berhak, sebagai wujud nyata pengabdian Mualem-Dek Fadh bagi seluruh rakyat Aceh. (Adv)
