ACEH UTARA | CBN POST — Sektor pertanian Aceh Utara mulai memasuki babak baru pemulihan pasca-hantaman bencana hidrometeorologi. Di bawah pengawalan ketat Pemerintah Aceh, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman memimpin langsung prosesi groundbreaking rehabilitasi lahan pertanian di hamparan sawah Kabupaten Aceh Utara, Kamis (15/1/2026).
Kehadiran Mentan yang didampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Haryadi dan Wamenugri Bima Arya Sugiarto menjadi bukti nyata keberhasilan diplomasi Gubernur Muzakir Manaf (Mualem) dan Wakil Gubernur Fadhlullah (Dek Fadh) dalam menarik dukungan pusat untuk rakyat Aceh.
Transformasi dari Bantuan Darurat ke Pemulihan ProduktivitasDalam sambutannya, Wagub Dek Fadh mengapresiasi konsistensi Pemerintah Pusat yang telah menyalurkan bantuan pangan ratusan ton melalui jalur udara (Airbus A-400), laut (KRI Banda Aceh, KRI Surabaya, KRI Makassar), hingga darat menggunakan 200 armada truk.
Namun, Dek Fadh menegaskan bahwa sesuai visi Mualem-Dek Fadh, pemulihan tidak boleh berhenti pada bantuan sembako. “Fase krusial saat ini adalah memastikan petani kita kembali turun ke sawah. Kemandirian pangan Aceh Utara harus segera pulih,” tegas Wagub di hadapan para kelompok tani.
Paket Bantuan Alsinan dan Skema Padat KaryaMerespons hal tersebut, Kementerian Pertanian langsung menurunkan paket bantuan masif berupa pupuk urea, benih padi unggul, serta alat mesin pertanian (alsintan) seperti traktor roda dua dan roda empat.
Mentan Amran Sulaiman menekankan bahwa prioritas rehabilitasi diberikan pada 95 persen lahan terdampak agar siklus produksi segera normal. Menariknya, program ini menggunakan skema padat karya.
Para petani dilibatkan langsung dalam proses rehabilitasi lahan mereka sendiri sehingga mendapatkan penghasilan tambahan selama masa transisi pemulihan. Sinergi Mualem-Dek Fadh dan Sekda Aceh pemerintah Aceh melalui koordinasi Sekda Aceh memastikan seluruh bantuan alsintan dan benih ini terdistribusi secara transparan dan tepat sasaran.
Sinergi antara kebijakan Gubernur Mualem dengan eksekusi lapangan Mentan Amran Sulaiman diharapkan menjadi titik balik kebangkitan ekonomi agraris di Aceh Utara. Groundbreaking ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kedaulatan pangan yang kembali tegak di Bumi Malikussaleh.
Pemerintah Aceh berkomitmen mengawal setiap jengkal sawah warga hingga kembali menghijau dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. (Adv)
