Lhoksukon | CBNPos.com – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara, Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., secara resmi membuka Training of Trainer (ToT) Pelatihan Permainan Edukatif berbasis Adventure Based Counseling (ABC) yang digelar di Aula Kantor Bupati Aceh Utara, Selasa (3/2/2026).
Kegiatan yang menggandeng Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini bertujuan membekali para pendidik, instruktur, dan tenaga konselor di Aceh Utara dengan metode konseling modern.
Metode ABC memanfaatkan aktivitas luar ruang dan permainan ketangkasan sebagai media pembelajaran karakter, sehingga peserta didik dan masyarakat dapat memperoleh pengalaman konseling yang lebih menyenangkan, interaktif, dan efektif.
Dalam sambutannya, Jamaluddin menekankan pentingnya inovasi dalam pendekatan pendidikan dan pendampingan masyarakat, terutama di era digital yang menuntut kreativitas serta kemampuan adaptasi tinggi.
Menurutnya, metode Adventure Based Counseling sangat relevan diterapkan untuk membangun kepercayaan diri, meningkatkan kerja sama tim, serta menjaga kesehatan mental peserta didik.
“Pemerintah Kabupaten Aceh Utara sangat mendukung program-program yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia.
Melalui metode permainan edukatif ini, kami berharap para peserta pelatihan dapat menjadi motor penggerak dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih interaktif dan solutif,” ujar Jamaluddin di hadapan puluhan peserta.
Acara ToT ini merupakan bagian dari upaya sinergi antara pemerintah daerah dan akademisi untuk menghadirkan solusi konkret di bidang konseling.
Dengan menggabungkan teori psikologi dan aktivitas fisik, proses konseling tidak lagi terasa kaku atau membosankan, melainkan memberi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mendidik.
Kegiatan pelatihan yang berlangsung sejak awal Februari ini diikuti oleh puluhan praktisi pendidikan dan konselor, yang nantinya diharapkan mampu mengimplementasikan modul permainan edukatif di instansi masing-masing, mulai dari sekolah hingga lembaga masyarakat di seluruh wilayah Aceh Utara.
Dengan adanya pelatihan ini, pemerintah daerah berharap muncul inovator pendidikan lokal yang mampu memperkenalkan pendekatan baru dalam membangun karakter dan kesehatan mental generasi muda, sekaligus mempersiapkan tenaga pendidik yang kreatif, adaptif, dan berpikiran maju.
