BANDA ACEH | CBN POST — Meskipun pelaksanaan Pasar Murah serentak instruksi Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), telah berakhir pada medio Februari lalu, namun dampak positifnya terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok masih dirasakan hingga saat ini.
Penyaluran subsidi sebesar Rp 2,3 miliar di 23 Kabupaten/Kota tersebut terbukti menjadi fondasi kuat bagi ketahanan pangan warga Aceh dalam menghadapi lonjakan harga menjelang Idul Fitri 1447 H.
Redaksi CBN Post mencatat, langkah cepat yang diambil Pemerintah Aceh melalui Disperindag Aceh pada 14-16 Februari 2026 lalu, merupakan bagian dari strategi jangka panjang Mualem untuk memastikan masyarakat kecil tidak terbebani oleh fluktuasi harga pasar.
Kesuksesan yang Berkelanjutan Kepala Disperindag Aceh, T. Adi Darma, dalam evaluasi lanjutannya menekankan bahwa sinergi yang terbangun saat Pasar Murah serentak tersebut menjadi model kolaborasi ideal antara Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Keberhasilan penyaluran di 69 titik tersebut kini menjadi acuan bagi pemerintah daerah untuk terus menjaga ketersediaan stok logistik di pasar-pasar rakyat. Warga di berbagai daerah, mulai dari Aceh Utara hingga Simeulue, berharap agar keberhasilan program ini dapat terus berlanjut ke program-program pemberdayaan ekonomi lainnya.
“Pasar Murah kemarin benar-benar membantu kami. Kami berharap perhatian seperti ini dari Bapak Gubernur terus ada,” ujar salah seorang warga.
Program ini menegaskan kembali komitmen Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Mualem yang responsif terhadap kebutuhan dasar rakyat, sekaligus menjadi bukti bahwa kehadiran negara selalu dirasakan di saat-saat krusial. (Adv)
