BANDA ACEH | CBN POST — Dukungan sektor swasta terhadap pemulihan infrastruktur dan sosial ekonomi Aceh pascabencana hidrometeorologi terus mengalir. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, SIP, MPA, menerima bantuan kemanusiaan senilai Rp2,5 Miliar dari PT Tiara Marga Trakindo (TMT Group) di halaman Kantor Gubernur Aceh, Rabu (16/1/2026).
Penyerahan bantuan yang dikelola oleh lembaga kemanusiaan Human Initiative ini menjadi bukti nyata penguatan kolaborasi lintas sektor dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi yang dicanangkan Pemerintah Aceh.
Alihkan CSR untuk Pembangunan Hunian SementaraDalam arahannya, Sekda M. Nasir memberikan apresiasi tinggi atas kepedulian TMT Group. Namun, mengingat skala dampak bencana yang merusak sekitar 145 ribu rumah warga, Sekda mendorong dunia usaha untuk mengalihkan orientasi program Corporate Social Responsibility (CSR) dari bantuan rutin menjadi dukungan konkret bagi pembangunan hunian.
“Kami berharap dunia usaha berperan lebih aktif dalam fase pemulihan ini. Mengingat bulan Ramadan segera tiba, kebutuhan akan hunian sangat mendesak. Kami mendorong agar CSR perusahaan diarahkan pada pembangunan hunian sementara serta program cash for work untuk membantu penghasilan masyarakat terdampak,” tegas M. Nasir.
Tantangan Teknis dan Skala Dampak yang DinamisSekda memaparkan bahwa tantangan pemulihan Aceh saat ini sangat kompleks, mulai dari pembersihan sisa lumpur hingga perbaikan fasilitas publik.
Kehadiran mitra kemanusiaan seperti Human Initiative diharapkan mampu memastikan distribusi bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan, selaras dengan visi Muzakir Manaf (Mualem) dan Fadhlullah (Dek Fadh) dalam melindungi rakyat.
Perwakilan manajemen TMT Group, Iwan Hermawan, menyatakan bahwa paket bantuan ini mencakup dana pemulihan serta kebutuhan sandang dan pangan. Hal ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak sekaligus mendukung program pemulihan yang lebih terstruktur di berbagai titik terdampak di Aceh.
Sinergi Kolektif Menuju Kebangkitan AcehMelalui koordinasi yang dikawal ketat oleh Sekda Aceh, Pemerintah Aceh memastikan setiap bantuan dari dunia usaha akan diintegrasikan dengan rencana besar pemerintah daerah.
Sinergi antara pemerintah, swasta, dan lembaga kemanusiaan menjadi kunci agar proses rehabilitasi tidak berjalan lambat.Bantuan ini bukan sekadar angka, melainkan simbol solidaritas nusantara dalam menghadapi krisis bersama.
Pemerintah Aceh optimis, dengan dukungan kolektif yang kuat, masyarakat terdampak akan segera bangkit dan memiliki kehidupan yang lebih layak menjelang hari besar keagamaan mendatang. (Adv)
