Aceh Utara | CBNpost.com – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Utara, Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., melakukan kunjungan ke SMP Negeri 1 Langkahan, Aceh Utara, Selasa (6/1/2026), untuk meninjau pemulihan sekolah pasca banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa hari lalu.
Dalam kunjungan tersebut, Jamaluddin didampingi oleh Kepala Sekolah, Kepala Dinas Sosial, serta sejumlah ASN Aceh Utara yang terlibat dalam pembersihan ruang kelas, laboratorium, dan halaman lapangan upacara.
“Sekolah ini saat bencana banjir mengalami ketinggian air hingga 4 meter. Alhamdulillah, kondisi sekolah sudah mulai membaik,” ujar Jamaluddin.
Ia menjelaskan, pada tanggal 5 Januari 2026, proses belajar mengajar di SMP Negeri 1 Langkahan belum dapat berjalan secara optimal. Laporan dari Kepala Sekolah menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran harus didukung oleh pembersihan maksimal dari pihak ASN.
Jamaluddin pun menyampaikan kondisi ini kepada Bupati Aceh Utara dan Menteri terkait sebagai bagian dari laporan kesiapan sekolah pasca bencana.Berdasarkan data terbaru, dari 670 sekolah terdampak banjir di Aceh Utara, 615 sekolah sudah melaksanakan proses belajar mengajar.
Sekolah dibagi ke dalam lima kategori, yakni:Kategori A: 345 sekolah aman dan belajar normal.
Kategori B: 242 sekolah sudah bersih, tetapi fasilitas seperti meja dan kursi rusak sehingga siswa belajar di lesehan.
Kategori C: 3 sekolah menggunakan tenda darurat, yakni SD Negeri 6 dan SD Negeri 9 Tanah Jambo aye serta SD Negeri 4 Proses belajar mengajar berjalan normal dengan kehadiran siswa 60–70%.
Kategori D: 20 sekolah hanya sebagian ruang kelas dapat digunakan, dan 5 sekolah menerapkan metode guru kunjung.Jamaluddin menambahkan, kurikulum yang diterapkan di Aceh Utara terdiri dari 345 sekolah menggunakan kurikulum reguler dan 270 sekolah menggunakan kurikulum darurat.
Pemerintah juga telah mengusulkan bantuan school kit sebanyak 73.123 paket kepada Kementerian, namun baru 900 paket yang tiba di Aceh Utara.
“Anak-anak terdampak banjir tetap boleh bersekolah dengan baju biasa, tanpa sepatu atau perlengkapan belajar. Sekolah tidak boleh tutup. Proses belajar harus terus berlangsung hingga akhir semester,” tegas Jamaluddin.
Dengan pembersihan yang terus dilakukan, diharapkan seluruh sekolah terdampak segera pulih dan siswa kembali bersekolah dengan semangat meski kondisi belum sepenuhnya normal. ( CBN )
