ACEH UTARA — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Utara sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah, Jamaluddin, S.Sos., M.Pd, meninjau sejumlah sekolah terdampak banjir di Kecamatan Tanah Jambo Aye dan Kecamatan Langkahan, Kamis (1/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Jamaluddin melihat langsung tenda darurat ruang belajar yang dibangun oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (KEMENDIKDASMEN) sebagai tempat sementara proses pembelajaran bagi siswa korban banjir di kedua kecamatan tersebut.
Sebagai Kepala Dinas Pendidikan sekaligus Plt Sekda, Jamaluddin menyampaikan himbauan penting kepada seluruh kepala sekolah, dewan guru, orang tua, dan siswa agar pembelajaran dilaksanakan secara bertahap dan tidak dipaksakan.
“Proses belajar mengajar kita mulai kembali pada 5 Januari 2026, namun menyesuaikan kondisi sekolah masing-masing. Jika memungkinkan gunakan ruang yang masih ada atau tenda darurat. Jika belum memungkinkan, tidak perlu dipaksakan,” kata Jamaluddin.
Selain meninjau sarana darurat, Jamaluddin juga menyerahkan bantuan kepada guru dan tenaga kependidikan yang terdampak banjir, sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap para pendidik yang ikut mengalami musibah.
Dalam kesempatan tersebut, Jamaluddin turut menyerahkan santunan kepada keluarga siswa yang meninggal dunia akibat banjir, serta menyampaikan belasungkawa mendalam atas peristiwa tersebut.
Ia juga menghimbau kepada para siswa dan orang tua agar tidak menjadikan keterbatasan perlengkapan sebagai penghalang untuk kembali bersekolah.
“Tidak ada kewajiban memakai seragam lengkap. Anak-anak boleh menggunakan pakaian biasa, bahkan sandal. Guru-guru juga dipersilakan mengajar dengan pakaian seadanya sesuai kondisi,” tegasnya.
Jamaluddin menambahkan, dari 670 sekolah di Aceh Utara yang terdampak banjir, hingga saat ini 159 sekolah telah kembali melaksanakan pembelajaran secara aman dan normal, sementara 140 sekolah lainnya telah dibersihkan dan siap digunakan meski dengan keterbatasan fasilitas.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya KEMENDIKDASMEN, serta mengajak relawan dan masyarakat untuk bersama-sama mempercepat pemulihan sektor pendidikan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali normal.
