ACEH UTARA | CBNPOST – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menunjukkan komitmen kuat dalam membangun kembali daerah pascabencana melalui pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2027.
Kegiatan strategis tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi (Payang), yang membacakan sambutan Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, SE. Musrenbang kali ini menjadi momentum penting dalam merumuskan arah pembangunan daerah yang lebih terukur, inklusif, dan berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Berangkat dari Data, Bekerja untuk Rakyat
Dalam sambutan Bupati, ditegaskan bahwa seluruh perencanaan pembangunan didasarkan pada kondisi faktual di lapangan. Data tahun 2025 menunjukkan angka kemiskinan di Aceh Utara masih berada pada 14,27 persen atau sekitar 93.430 jiwa.
Namun, capaian positif juga terlihat dari meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang telah mencapai 74,29. Hal ini mencerminkan adanya kemajuan dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
“Percepatan pembangunan harus terus dilakukan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Bencana 2025 Ujian Sekaligus Titik Balik
Banjir hidrometeorologi yang melanda Aceh Utara pada akhir 2025 menjadi tantangan besar bagi daerah. Infrastruktur mengalami kerusakan, aktivitas ekonomi terganggu, dan kehidupan sosial masyarakat terdampak luas. Namun di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memilih untuk bangkit dan menjadikan bencana sebagai titik tolak perubahan menuju pembangunan yang lebih baik.
Usulan Rp26 Triliun untuk Pemulihan
Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah telah menyusun Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana dengan total usulan anggaran lebih dari Rp26 triliun. Pendanaan ini akan bersumber dari sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten, serta dukungan berbagai pihak lainnya. Langkah ini menjadi bukti keseriusan dalam membangun kembali Aceh Utara secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Tema Besar: Ketahanan dan Pemulihan Musrenbang 2027 mengangkat tema:
“Pembangunan Berbasis Ketahanan Sosial, Ekonomi, dan Infrastruktur untuk Pemulihan Kualitas Kehidupan Masyarakat Aceh Utara Pascabencana.
”Tema ini menjadi arah kebijakan utama dalam merancang program pembangunan yang tidak hanya fokus pada pemulihan, tetapi juga penguatan daya tahan daerah.
Lima Prioritas Strategis
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menetapkan lima prioritas pembangunan, yakni:
Rehabilitasi infrastruktur dasar
Penguatan ekonomi masyarakat
Percepatan penurunan kemiskinan dan pengangguran
Peningkatan kualitas sumber daya manusia
Ketahanan lingkungan dan mitigasi bencana.
Kelima pilar ini menjadi fondasi dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.
Kolaborasi Jadi Kunci
Pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan membutuhkan sinergi semua pihak, mulai dari pemerintah, legislatif, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat.
Musrenbang menjadi ruang strategis untuk menyatukan gagasan dan memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kebutuhan masyarakat.
Aceh Utara Bangkit
Dengan dimulainya Musrenbang 2027, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara di bawah kepemimpinan Bupati H. Ismail A. Jalil, SE dan Wakil Bupati Tarmizi (Payang) menegaskan tekad untuk membawa daerah ini bangkit dari bencana menuju masa depan yang lebih kuat, tangguh, dan sejahtera.
Aceh Utara tidak berhenti. Aceh Utara bangkit.
