BANDA ACEH | CBN POST — Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menginstruksikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan instansi terkait untuk melakukan percepatan penanganan pascabencana secara masif. Langkah ini diambil guna memastikan masyarakat terdampak bencana dapat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan 1447 H dengan nyaman dan layak.
Dalam rapat koordinasi evaluasi di Kantor Gubernur Aceh, Sabtu (14/02/2026), M. Nasir menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah memindahkan pengungsi dari tenda darurat ke Hunian Sementara (Huntara) yang lebih representatif.
Martabat dan Perlindungan Warga “Fokus kita adalah memindahkan pengungsi dari tenda ke Huntara. Tidak boleh ada masyarakat yang tidak memiliki kepastian tempat tinggal saat memasuki Ramadhan. Hunian bukan sekadar tempat berteduh, tapi menyangkut martabat dan perlindungan warga,” tegas Sekda M.
Nasir.Saat ini, sebanyak 6.060 unit Huntara telah rampung dibangun di berbagai titik. Selain itu, pemerintah juga telah menyelesaikan 104 unit Hunian Tetap (Huntap) di wilayah Aceh Utara. Bagi warga yang masih dalam proses tunggu, Pemerintah Aceh memastikan penyaluran Dana Tunggu Harian (DTH) sebesar Rp600 ribu per orang terus berjalan tepat waktu.
Koordinasi Logistik dan KesehatanTerkait ketersediaan logistik, Sekda mewanti-wanti agar distribusi bantuan berbasis data terverifikasi untuk menghindari tumpang tindih anggaran. Sinergi antara BPBA, Dinas Sosial, dan jajaran Pemerintah Kabupaten/Kota harus diperkuat agar tidak ada satu pun wilayah terdampak yang luput dari pantauan.
Dari sisi kesehatan, 307 Puskesmas telah kembali beroperasi normal. Namun, Sekda meminta penguatan layanan kesehatan tetap diprioritaskan hingga tiga bulan ke depan, khususnya di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Gayo Lues, termasuk layanan trauma healing bagi perempuan dan anak-anak.
Siaga Bencana 24 JamMengingat peringatan BMKG mengenai potensi cuaca ekstrem hingga akhir Februari, Sekda Aceh meminta tim SAR dan seluruh unsur mitigasi tetap bersiaga penuh selama 24 jam.
“Kita harus terus memperkuat sistem mitigasi berdasarkan pengalaman yang ada demi keselamatan seluruh rakyat Aceh,” pungkasnya. (Adv)
