ACEH UTARA | CBNPOST– Semangat mewujudkan kedaulatan pangan yang dicanangkan Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus diperkuat di tingkat daerah. Sebagai langkah konkret, unsur Muspika Kecamatan Tanah Luas bersama 37 Geuchik melakukan aksi darurat normalisasi Saluran Sekunder Irigasi Pase Kanan (BPSK 2) secara swadaya, Sabtu (2/5/2026).
Aksi kolaboratif ini menjadi sangat krusial mengingat saluran sepanjang 18 KM yang berada di bawah wewenang Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera 1 tersebut mengalami pendangkalan parah. Kondisi ini merupakan dampak langsung dari sedimentasi lumpur pasca-banjir besar yang melanda Aceh Utara pada 26 November 2025 lalu.
Langkah cepat ini diambil untuk mengoptimalkan kembalinya fungsi Bendungan Krueng Pase di Lubok Tuwe yang sempat jebol sejak 2020 dan baru tuntas diperbaiki pada 2026. Namun, meski bendungan telah rampung, air irigasi belum dapat menjangkau lahan pertanian akibat sumbatan sedimen di sepanjang 18 KM saluran BPSK 2.
Ketua Forum Geuchik Tanah Luas sekaligus Keujruen Blang, Al Halim, menegaskan bahwa normalisasi saluran sayap kanan ini adalah kunci utama agar air sampai ke titik hilir. “Petani kami sudah menderita selama enam tahun. Sekarang bendungan selesai, tapi air tersumbat lumpur sisa banjir 2025.
Melalui dana partisipasi 37 desa, kami baru mampu menyewa 4 unit alat berat. Untuk membersihkan total saluran sepanjang 18 KM ini, kami sangat membutuhkan tambahan minimal 4 unit alat berat lagi,” jelas Al Halim.
Ia menambahkan, keterlibatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sangat mendesak. “Kami memohon atensi serius dari BNPB Pusat untuk membantu penanganan infrastruktur pasca-bencana ini.
Tanpa bantuan alat berat tambahan, pembersihan saluran BPSK 2 ini akan memakan waktu lama dan menghambat, Gotong Royong. Camat Tanah Luas, Bakhtiar, SE, didampingi Kapolsek IPda Marzuki dan Danramil 10/Tnl Kapten Inf Bahtera Luking Purba, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif para Geuchik.
Menurutnya, pembersihan saluran sekunder ini adalah syarat mutlak agar target swasembada pangan di Aceh Utara dapat tercapai. “Ini adalah bentuk nyata dukungan daerah terhadap visi Presiden. Muspika mendukung penuh normalisasi saluran sayap kanan ini agar 9.000 hektar lahan produktif di 37 desa bisa segera ditanami kembali,” ujar Bakhtiar, SE.
Penyelamatan 9.000 Hektar Lahan Produktif
Normalisasi saluran BPSK 2 sepanjang 18 KM ini menjadi harapan tunggal bagi ribuan petani di 37 desa yang selama ini menggantungkan hidup pada irigasi Krueng Pase. Dengan tuntasnya pengerjaan ini, Kecamatan Tanah Luas dipastikan kembali menjadi lumbung pangan strategis yang menopang stabilitas pangan di Kabupaten Aceh Utara dan nasional. Kini, mata masyarakat tertuju pada respons pemerintah pusat dan BNPB untuk segera memperkuat gerakan swadaya ini, guna memastikan urat nadi pertanian di Aceh Utara kembali pulih total. (Mul)
