ACEH TIMUR – Menindaklanjuti pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional terkait keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bulan suci Ramadan, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Timur, Azhar, SE, menyampaikan usulan strategis terkait mekanisme penyalurannya.
Azhar meminta kepada SPPG agar khusus di wilayah Aceh, khususnya Aceh Timur, paket MBG tidak dibagikan pada siang hari, melainkan dikonversi menjadi paket takjil atau hidangan berbuka puasa yang dibagikan pada sore hari.
Langkah ini dinilai sangat krusial mengingat kedudukan Aceh sebagai daerah yang menerapkan Syariat Islam. Azhar menekankan bahwa penyesuaian waktu pembagian ini bertujuan untuk menjaga kekhusyukan serta mendukung pendidikan karakter bagi siswa yang sedang belajar menjalankan ibadah puasa.
“Sebagai daerah yang menjalankan Syariat Islam, kita harus menyelaraskan program nasional ini dengan kearifan lokal. Kami berharap MBG dibagikan di sore hari menjelang berbuka agar tetap sejalan dengan semangat pendidikan ibadah puasa bagi anak-anak sekolah kita,” ujar Politisi PKB Aceh Timur Azhar, SE .
Azhar berharap Pemerintah Pusat dan Badan Gizi Nasional dapat mempertimbangkan fleksibilitas waktu distribusi ini untuk wilayah-wilayah dengan karakteristik khusus seperti Aceh. Hal ini diharapkan agar program unggulan tersebut tetap berjalan efektif tanpa mengabaikan nilai-nilai religius yang tertanam di masyarakat. Rd
