JAKARTA | CBN POST — Pemerintah Aceh terus memacu koordinasi tingkat tinggi guna memastikan penyediaan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana banjir dan longsor tuntas tepat waktu. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, SIP, MPA, melakukan kunjungan kerja strategis menemui Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah Agraria dan Tata Ruang Kemenko Infrastruktur, Nazib Faizal, di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Deputi ini merupakan langkah nyata instruksi Gubernur Muzakir Manaf (Mualem) dan Wakil Gubernur Fadhlullah (Dek Fadh) agar penanganan pascabencana di Aceh mendapatkan dukungan penuh dari APBN dan kebijakan pusat.
Target Tuntas Sebelum Bulan Suci RamadanDalam diskusi tersebut, Sekda M. Nasir yang didampingi Kepala Inspektorat Aceh, Karo Adpem, dan Karo Adpim, menekankan bahwa percepatan pembangunan Huntara adalah kebutuhan mendesak.
Pemerintah Aceh menargetkan seluruh hunian layak sudah dapat ditempati masyarakat terdampak sebelum memasuki bulan suci Ramadan 1447 H. “Instruksi pimpinan kami jelas, masyarakat harus bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang di hunian yang layak kami mengharapkan dukungan dan sinergi lintas kementerian melalui Kemenko Infrastruktur agar percepatan teknis di lapangan tidak terkendala,” ujar M. Nasir.
Pusat Beri Dukungan Penuh untuk Aceh merespons aspirasi tersebut, Deputi Kemenko Infrastruktur, Nazib Faizal, memberikan apresiasi atas langkah proaktif Pemerintah Aceh. Ia menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mengawal percepatan pembangunan Huntara melalui koordinasi ketat lintas kementerian dan lembaga terkait di Jakarta.
Dukungan ini diharapkan mampu memangkas hambatan birokrasi, sehingga material dan proses konstruksi Huntara di berbagai titik terdampak di Aceh dapat berjalan optimal sesuai garis waktu yang telah ditetapkan.
Sinergi Mualem-Dek Fadh dan Sekda Aceh keberhasilan lobi di Jakarta ini menjadi bukti efektivitas manajemen pemerintahan di bawah Mualem-Dek Fadh. Dengan menempatkan Sekda Aceh sebagai motor penggerak administrasi di tingkat pusat, Pemerintah Aceh optimis pemulihan infrastruktur dasar pascabencana akan berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Sinergi yang terbangun antara Pemerintah Aceh dan Kemenko Infrastruktur ini diharapkan segera melahirkan langkah konkret di lapangan, demi menjamin keamanan, kenyamanan, dan martabat warga Aceh yang tengah bangkit dari musibah. (Adv)
