BANDA ACEH | CBN POST — Pemerintah Aceh terus berkomitmen memperkuat struktur organisasi perangkat daerah dengan menempatkan putra-putri terbaik dalam jajaran pimpinan. Melalui Panitia Seleksi (Pansel), Pemerintah Aceh secara resmi mengumumkan hasil Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama untuk sembilan posisi strategis di lingkungan Pemerintah Aceh, Minggu (25/1/2026).
Langkah ini sejalan dengan visi Muzakir Manaf (Mualem) dan Fadhlullah (Dek Fadh) untuk menciptakan birokrasi yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima.
Transparansi Seleksi Sesuai AturanKetua Panitia Seleksi, M. Nasir, SIP, MPA, menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi mulai dari penilaian rekam jejak hingga uji kompetensi dilaksanakan secara objektif sesuai Berita Acara Nomor 14/Pansel-JPTP/I/2026.
Nama-nama yang lulus telah melalui penyaringan ketat berdasarkan kualitas dan integritas.“Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara terbuka dan objektif sesuai peraturan perundang-undangan.
Kami ingin memastikan sembilan jabatan ini diisi oleh figur yang memiliki kapasitas untuk mengeksekusi program prioritas Pemerintah Aceh ke depan,” ujar M. Nasir yang juga menjabat sebagai Sekda Aceh.
Sembilan Jabatan Strategis dan Nama Peserta LulusSembilan jabatan yang diseleksi mencakup sektor kesehatan, pendidikan, pengairan, hingga pengawasan. Beberapa nama yang dinyatakan lulus seleksi akhir (disusun berdasarkan abjad) antara lain:
RSUD dr. Zainoel Abidin: Nama calon Direktur hingga Wakil Direktur telah dikantongi, termasuk pakar medis berpengalaman.
Inspektur Aceh: Meluluskan figur dengan latar belakang audit dan pengawasan yang kuat.
Kadis Pendidikan & Kadis Pengairan: Menjaring pimpinan yang siap mengakselerasi pembangunan SDM dan infrastruktur irigasi pascabencana.
Kadis Peternakan & Kadiskop UKM: Fokus pada penguatan ekonomi riil dan kesejahteraan masyarakat.
Menuju Tahapan Akhir PelantikanPara peserta yang dinyatakan lulus selanjutnya akan mengikuti mekanisme final sesuai ketentuan ASN sebelum ditetapkan oleh Gubernur Aceh.
Melalui koordinasi Sekda Aceh, pengisian jabatan ini diharapkan menjadi energi baru bagi percepatan realisasi APBA 2026 dan pemulihan daerah.Pemerintah Aceh optimis, dengan terpilihnya pimpinan yang kompeten di instansi-instansi kunci tersebut, gerak pembangunan Aceh di bawah komando Mualem-Dek Fadh akan semakin masif dan berdampak nyata bagi seluruh rakyat Aceh. (Adv)
