BANDA ACEH | CBN POST – Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, SE., MM., yang akrab disapa Ayah Wa, menunjukkan sikap tegas dalam memperjuangkan nasib ribuan petani dan warga terdampak bencana di Bumi Pase. Didampingi Plt. Sekda Aceh Utara, Jamaluddin, Sos., M.Pd., Ayah Wa mendesak Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh untuk memprioritaskan pemulihan 18.000 hektar lahan sawah yang hancur akibat banjir besar November 2025 lalu.
Hal tersebut ditegaskan Bupati Ayah Wa dalam rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penggunaan Tambahan Transfer Keuangan Daerah (TKD) Pascabencana Provinsi Aceh di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh, Kamis (26/3/2026).
Menjaga Nadi Ekonomi dan Ketahanan Pangan dalam paparannya yang lugas, Ayah Wa menekankan bahwa pemulihan sektor pertanian adalah harga mati demi menjaga ketahanan pangan daerah yang kini terancam lumpuh total.
Bersama Plt. Sekda Jamaluddin, Bupati memaparkan data kerusakan infrastruktur vital yang butuh penanganan darurat segera agar siklus ekonomi warga kembali normal.
“Masyarakat kami harus segera turun ke sawah seperti sediakala. Kami butuh perbaikan segera untuk 18.000 hektar sawah, 27 unit jembatan yang rusak, serta pemulihan 10.000 hektar lahan tambak. Selain itu, ada 500 unit bot nelayan yang hilang. Kami mohon perhatian serius dari Pemerintah Provinsi dan Pusat,” tegas Ayah Wa di hadapan peserta forum.
Kritik Tajam Soal Ketimpangan Alokasi TKD suasana forum sempat riuh dengan tepuk tangan saat Ayah Wa melontarkan kritik terbuka mengenai ketidaksinkronan data alokasi TKD. Ia menyoroti tabel data yang menunjukkan daerah tidak terdampak justru mendapatkan alokasi, sementara Aceh Utara yang terdampak sangat parah di 696 desa justru belum terakomodir secara maksimal.
“Kalau kita lihat tabel TKD ini, yang tidak terdampak justru dapat. Jadi untuk apa kami diundang ke sini kalau bukan untuk mendapatkan hak penanganan bencana bagi rakyat kami?” cetus Ayah Wa yang terus dikawal ketat oleh Plt. Sekda Jamaluddin selama jalannya forum tersebut.
Infrastruktur Dasar dan Bendungan Jebol selain sektor pangan, Bupati juga mendesak perbaikan permanen pada akses jalan, jaringan irigasi, serta dua bendungan besar yang jebol akibat hantaman banjir.
Plt. Sekda Jamaluddin memastikan bahwa data-data teknis mengenai kerusakan masif di ratusan desa tersebut telah disiapkan secara akurat agar Pemerintah Pusat segera mengambil langkah nyata.
Rapat Monev tersebut turut dihadiri oleh Kepala Bappeda Aceh, Inspektur Aceh, serta jajaran pimpinan dari sembilan kabupaten/kota terdampak bencana di Aceh. Melalui forum ini, duet kepemimpinan Ayah Wa dan Jamaluddin berharap Pemerintah Pusat tidak menutup mata atas penderitaan rakyat Aceh Utara yang hingga kini masih berjuang bangkit dari sisa-sisa bencana besar. (Mul)
