Aceh Utara | CBNPost.com – Dalam sebuah langkah konkret yang menegaskan prinsip kehadiran negara di titik-titik terdalam kesulitan rakyat, Menteri Sosial Republik Indonesia dijadwalkan melangkahkan kaki di bumi Serambi Mekkah, tepatnya di Kabupaten Aceh Utara, pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Kunjungan yang bernuansa duka sekaligus penuh kekuatan ini difokuskan pada penyerahan santunan kematian secara langsung kepada para ahli waris yang kehilangan anggota keluarga dalam musibah banjir bandang yang melanda kawasan itu pada akhir November 2025 silam.
Agenda ini bukan sekadar ritual administratif, melainkan sebuah misi simbolis dan humanis untuk menyentuh luka, mendengar keluh, dan menegaskan bahwa negara hadir dalam suka dan duka warganya.
Bencana banjir bandang yang menerjang pada 26 November 2025 lalu meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Aceh Utara. Di balik kerusakan material yang masif, hilangnya nyawa saudara, keluarga, dan tetangga merupakan beban psikologis terberat yang harus ditanggung para korban selamat.
Merespons tragedi kemanusiaan ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah menerbitkan Keputusan Bupati Nomor 467.1/11/2026 tentang penetapan korban meninggal dunia akibat bencana. Keputusan inilah yang menjadi landasan hukum dan pijaran empati bagi penyaluran santunan sosial yang akan diserahkan secara langsung oleh sang Menteri.
Prosesi penyerahan santunan rencananya akan berlangsung dalam suasana yang khidmat di Aula Kantor Bupati Aceh Utara, mulai pukul 10.00 WIB. Acara dirancang tidak hanya sebagai transfer bantuan materiil, tetapi lebih sebagai sebuah ruang pertemuan yang manusiawi.
Selain penyerahan secara simbolis, agenda inti dari kunjungan ini adalah dialog langsung antara Menteri Sosial dengan para ahli waris korban. Momen ini dimaksudkan sebagai saluran aspirasi di mana keluarga korban dapat menyampaikan kondisi, harapan, dan keluh kesah mereka secara langsung ke tingkat tertinggi pembuat kebijakan di kementerian terkait.
Diharapkan, interaksi ini tidak hanya memberikan kepastian bantuan, tetapi juga dukungan moril dan semangat untuk bangkit kembali.Menyambut kunjungan penting ini, Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, SE., MM., telah mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk hadir dan memberikan pendampingan selama kegiatan berlangsung.
Hal ini menegaskan keseriusan dan kesolidan pemerintah daerah dalam mendukung agenda nasional penanganan pascabencana.
Daftar undangan pun mencerminkan tingkat prioritas acara ini, dengan mengikutsertakan unsur pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK), Kapolres Aceh Utara, Kapolres Lhokseumawe, Dandim 0103/Aceh Utara, serta Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Utara.
Kehadiran mereka bersama-sama adalah pesan kolektif tentang komitmen seluruh institusi negara di daerah untuk melindungi masyarakatnya. Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, menegaskan bahwa kunjungan Menteri Sosial ini adalah antitesis dari negara yang absen.
“Ini adalah wujud nyata bahwa negara hadir di tengah-tengah masyarakat, terutama saat mereka berada dalam kondisi paling terdampak dan membutuhkan. Kehadiran Menteri Sosial diharapkan tidak hanya membawa bantuan materiil, tetapi terlebih lagi, dapat memberikan penguatan moril dan psikologis yang sangat dibutuhkan untuk membantu meringankan beban kesedihan dan memulihkan harapan keluarga korban banjir bandang,”.
Langkah penyerahan santunan ini harus dipandang sebagai satu mata rantai dalam sistem jaminan dan perlindungan sosial nasional yang dirancang untuk masyarakat terdampak bencana alam. Skema ini merupakan implementasi dari tanggung jawab negara untuk memenuhi hak-hak dasar warganya, khususnya hak atas perlindungan dari dampak sosial-ekonomi suatu bencana.
Dengan hadirnya menteri ke lokasi bencana, pemerintah pusat ingin memastikan bahwa mekanisme bantuan tidak mandek di atas kertas atau tersendat birokrasi, melainkan sampai tepat sasaran, di tangan yang berhak, dengan sentuhan empati yang dalam.
Pada akhirnya, kunjungan kerja ini adalah sebuah narasi tentang solidaritas kebangsaan. Ia mengingatkan bahwa dari Sabang sampai Merauke, duka satu anak bangsa adalah duka seluruh bangsa.
Penyerahan santunan oleh Menteri Sosial di Aceh Utara esok hari adalah lebih dari sekadar angka nominal a adalah simbol pengakuan, penghormatan, dan janji kolektif bahwa tidak seorang pun warga negara yang akan dibiarkan berjuang sendirian bangkit dari reruntuhan, baik secara fisik maupun mental, setelah dihantam bencana.
