Aceh Utara | CBNPost.com— Satu lembar foto merekam momen kebersamaan insan pers di tengah kondisi lapangan yang belum sepenuhnya pulih pascabanjir di Kabupaten Aceh Utara. Momen tersebut terjadi saat sejumlah jurnalis menumpang kendaraan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh Utara, Jamalluddin, S.Sos., M.Pd., yang mendampingi Wakil Komisi X DPR RI, Esti Wijayati dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Pada Selasa, 20 Januari 2026.
Rombongan menuju Kecamatan Langkahan untuk melakukan peninjauan terhadap kayu-kayu yang terbawa arus banjir di Gampong Gudumbak. Kayu-kayu tersebut direncanakan akan dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan mobiler sekolah serta balai pengajian yang terdampak bencana.
Setibanya di lokasi peninjauan, di kawasan pinggir sungai Gampong Gudumbak, masih terlihat banyak batang kayu tersangkut di tepi dan di dalam alur sungai. Batang-batang kayu itu merupakan sisa banjir yang terbawa arus deras dan hingga kini belum sepenuhnya dievakuasi.
Perjalanan menuju lokasi peninjauan melintasi Gampong gedumbak, Kecamatan Langkahan, yang masih diselimuti debu tebal sisa endapan lumpur banjir. Saat mobil dan kendaraan lain melintas, abu lumpur yang telah mengering berhamburan ke udara dan terbawa angin, bahkan hingga ke area camp pengungsian warga setempat.
Kondisi tersebut terlihat jelas saat rombongan bersama insan pers berada di dalam kendaraan. Sejumlah jurnalis tampak mengenakan kacamata hitam untuk melindungi mata dari debu yang beterbangan. Di antaranya Abdul Rafar dari Pasesatu.com, Kharul Syaqban dari Nusantara TV, serta Pemimpin Redaksi Pasesatu.com yang turut melakukan peliputan di lapangan.
Situasi ini menggambarkan bahwa dampak banjir belum sepenuhnya teratasi. Endapan lumpur yang mengering di badan jalan tak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi masyarakat dan pengungsi yang masih bertahan di wilayah terdampak.
Liputan lapangan tersebut menjadi potret nyata kerja-kerja jurnalistik di tengah kondisi darurat, sekaligus mencerminkan kebersamaan pers dalam mengawal informasi publik di daerah yang tengah berupaya bangkit dari bencana banjir. (Mul)
