CBNPOST.COM | ACEH TIMUR — Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, Ruslan M. Daud, melakukan kunjungan kerja intensif ke sejumlah titik infrastruktur di Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Aceh Utara, Jumat (27/2/2026).
Kunjungan ini difokuskan pada peninjauan proyek irigasi, bendungan jebol akibat banjir, hingga kondisi jalan penghubung antarkabupaten yang terdampak bencana.
Rombongan turut didampingi Staf Khusus Gubernur Aceh Teuku Irsyadi, Wakil Bupati Aceh Timur T. Zainal Abidin, Anggota DPRK Aceh Timur Fraksi PKB Mahmuddin, Kepala Unit Pengelola Irigasi Wilayah Sumatera I Setia Budi, Kepala Dinas PUPR Aceh Timur Muslim, serta Staf Ahli HRD Muhammad Adam (Gus Adam).
Kehadiran unsur legislatif, eksekutif, dan instansi teknis pusat maupun daerah menunjukkan keseriusan penanganan persoalan infrastruktur di wilayah tersebut.
Tinjau Saluran Irigasi di Buket BataKunjungan diawali di Gampong Buket Bata, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur. HRD meninjau langsung progres pembangunan saluran irigasi yang tengah dikerjakan.
Kepala Dinas PUPR Aceh Timur memaparkan kondisi teknis pekerjaan serta target penyelesaiannya. HRD meminta agar kualitas konstruksi tetap dijaga demi menjamin keberlanjutan fungsi irigasi bagi ribuan hektare sawah masyarakat.
Irigasi tersebut menjadi infrastruktur vital bagi petani di kawasan Pante Bidari dan sekitarnya dalam mendukung produktivitas pertanian.
Bendungan Jebol, Ratusan Pelajar Terisolir Hampir Tiga BulanRombongan kemudian bergerak ke Gampong Pante Labu untuk meninjau bendungan yang jebol akibat banjir besar pada 26 November 2025 lalu.
Kerusakan bendungan tersebut tidak hanya menghentikan fungsi pengairan, tetapi juga memutus akses utama penghubung antara Aceh Timur dan Aceh Utara. Dampaknya sangat dirasakan masyarakat, terutama para pelajar.
Akibat terputusnya akses tersebut, ratusan anak sekolah tidak dapat bersekolah ke wilayah Langkahan selama hampir tiga bulan, sehingga proses belajar mengajar terganggu secara signifikan.Di lokasi, HRD langsung meminta kementerian terkait mempercepat penanganan.
“Ini tidak boleh berlarut-larut. Dalam dua hari harus ada progres nyata agar akses kembali normal dan anak-anak bisa kembali sekolah,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Aceh menyatakan siap bersinergi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan kembali bendungan dan akses jalan tersebut.
Kunjungan ke Dayah dan Tinjau Jalan di MadatSetelah dari Aceh Timur, rombongan melanjutkan kunjungan ke Dayah Darul Huda, Gampong Krueng Lingka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.
Di dayah tersebut, HRD menerima aspirasi terkait kebutuhan pembangunan serta pengembangan sarana dan prasarana pendidikan Islam.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke ruas jalan Tanjong Minje – Luengsa KM 4 di Gampong Pante Merbo, Kecamatan Madat, Aceh Timur. Kondisi jalan dan saluran irigasi di wilayah ini turut menjadi perhatian serius karena menjadi akses vital masyarakat.
Wakil Bupati Aceh Timur secara langsung menyerahkan proposal kebutuhan pembangunan kepada HRD untuk diperjuangkan melalui mekanisme penganggaran di tingkat pusat.
Komitmen Perjuangan untuk AcehSebagai anggota Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur dan pembangunan wilayah, HRD menegaskan seluruh aspirasi, temuan lapangan, serta proposal yang diterima akan diperjuangkan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan di DPR RI.
“Kami hadir bukan hanya untuk melihat, tetapi memastikan setiap kebutuhan masyarakat Aceh benar-benar sampai dan diperjuangkan di pusat,” pungkasnya.
Masyarakat di Aceh Timur dan Aceh Utara menyambut kunjungan ini dengan harapan besar agar percepatan pembangunan segera terealisasi, khususnya pemulihan akses jalan, bendungan, dan peningkatan infrastruktur pendukung ekonomi serta pendidikan. (Mul)
